your korean bias

surprise

Posted on: July 15, 2011

Author : @lalapanda

Title : surprise

Leight : oneshot

Genre : romance

Cast : Eunhyuk (super junior)

Jung Aeryeong

Member Super Junior M

Author POV

“Yobseo.”

“Yobseo, Oppa. Naya.”

“Aaah, Aeryeong-ssi. Waeyo?”

“Oppa, boleh aku minta bantuanmu?”

“Nae? Mwoya?”

“Aku ingin memberikan kejutan untuk dia.”

“Kejuatan? Waw. How? Haeba haeba.”

“Besok aku akan pergi ke sana. Mau kah Oppa membantuku?”

“Tentu. Tentu aku akan membantu kamu. Lalu apa yang bisa aku bantu?”

“Ngg, aku mau tau kegiatan kalian tanggal 3. Rencananya sih aku mau menyusup ke kamarnya dia. Dan saat jam 12 berdentang, aku akan memberikan kejutan itu.”

“Begitu? Kalau begitu kamu harus ada di hotel yang sama dengan kami.”

“Karena itu aku minta bantuanmu. Aku tidak tahu daerah sana. Aku juga tidak bisa bahasa Mandarin, Oppa.”

“Mmm, kalau gitu aku akan mengirimkan seseorang untuk menjemputmu di bandara nanti. Kalau aku bisa, aku akan menjemputmu. Otte?”

“Oke. Kamshahamnida, Oppa. Chongmalyo.”

“Sama-sama.”

Aeryeong menyudahi pembicaraannya dengan Siwon, member SJ-M. dia melanjutkan membuat cookies sebagai hadiah yang akan diberikan pada namjachingunya. Namjachingu yang sudah lama tidak ia lihat. Senyuman senang dan bahagia terus saja mengembang di wajahnya yang mungil.

“Yobseo,” Aeryeong mengangkat telepon.

“Ryeong-ah. Jalan yuk!”

“Onjae?”

“Chigeum.”

“Mianhae, Jina-yah. Aku tidak bisa. Aku sedang membantu Omma.”

“Aaa, keurae? Kalau besok?”

“Mian. Besok aku sudah ada janji dengan sunbaenim ku. Mianhae.”

“Kamu sibuk sekali, Ryeong-ah. Ya sudahlah kalau begitu. Sudah ya.”

“Mian.”

“Kwenchana.”

Tidak ada yang mengetahui hubungan Aeryeong dengan Eunhyuk. Tidak ada satupun yang tahu. Akan ada yang terjadi kalau hal itu sampai terjadi. Apa yang akan dilakukan jewels jika mengetahui Oppa mereka sudah ada yang punya? Karena itu, mereka menutupi hubungan mereka selama 6 bulan ini.

Aeryeong sampai di Beijing. Dia mencari seseorang yang akan menjemputnya. Tapi dia sama sekali belum melihat sesosok pria yang akan menjemputnya. Siwon tidak bsa menjemputnya lantaran kegiatannya hari ini yang padat.

“Oppa.”

“Nae, Aeryeong-ssi.”

“Oppa, apa orang yang akan menjemput aku sudah datang?”

“Seharusnya sudah. Dia sudah berangkat ke bandara sejak tadi. Kamu berada di mana sekarang?”

“Aku sedang di ruang tunggu kedatangan.”

“Aku coba hubungi dia. Kamu jangan kemana-mana, oke.”

“Nae. Mianhae aku sudah banyak menyusahkan kamu, Oppa.”

“Kwenchana.”

“Mian.”

Aeryeong POV

Aku smsan sama namjachingu ku. Tentu saja dia tidak tahu kalau aku sudah ada di kota yang sama dengannya. Aku juga berbohong tentang keberadaanku sekarang. Dia memberitahuku tentang kegiatannya yang padat hari ini. Untunglah mereka sudah selesai tengah malam nanti.

“Aeryeong-ssi?” seorang pria lumayan tinggi menghampiriku.

“Nae?”

“Saya Xio Ji. Siwon-ssi meminta saya untuk menjemput anda.”

“Aah. Nae.”

“Mau berangkat sekarang?”

“Nae. Kamshahamnida, Xio ji-ssi.”

“Anio.”

“Bahasa Korea kamu lancar sekali.”

“Saya pernah tinggal di Korea beberapa tahun. Kuliah di sana. Bareng sama Siwon.”

“Oooohh. Jadi kalian udah kenal lama.”

“Ya begitulah.”

Kami keluar dari bandara. Selama di jalan, Xio Ji memberitahuku tentang tempat-tempat yang kami lewati. Ramah sekali. Dia juga memberithahuku rute untuk ke tempat dimana Super Junior M oppadeul berada sekarang. Tapi tidak mungkin aku ke sana. Wala sebenarnya ingin sekali ke sana. Secepatnya bertemu dengan Hyukjae Oppa.

“Kita sampai,” kata Xio Ji. Kami turun mobil hitamnya. Dia memberikanku kunci kamar yang sudah di pesan oleh Siwon Oppa. Tentu dengan uang yang transfer padanya. Aku tidak mungkin menyusahkan mereka di sini. Dia mengantarku sampai ke depan kamar sampai aku yakin kalau aku akan baik-baik saja seorang diri di sini. Menunggu mereka kembali dari rangkaian acara mereka.

Sudah waktunya makan siang bukan di sana? Apa kamu sudah makan?

Aku mengirimkan sms. Tapi dia tidak membalas smsku. Mungkin dia sedang sibuk. Ya sudahlah. Aku juga harus makan siang. Setelah itu baru menyiapkan semua kejutan untuknya. Untung sebelum Xio Ji-ssi pergi tadi aku meminta bantuannya untuk memesankan makanan ke kamar.

Author POV

Di lokasi syuting sebuah acara musik, member SJ-M menyudahinya. Tapi setelah ini mereka masih harus manggung lagi. Jadwal padat untuk promosi album kedua mereka. Belum lagi Siwon dan Donghae yang juga main film.

Eunhyuk memeriksa hpnya yang sendari tadi di pegang oleh managernya. Ada pesan masuk ternyata. Sejak tadi siang dari “dalgi”.

Sudah waktu makan siang bukan di sana? Apa kamu sudah makan?

Dengan segara Eunhyuk membalas pesan itu.

Belum L. Aku rindu masakan buatan kamu. Berharap kamu ada di sini membuatkan aku makanan paling enak di dunia 😉

Send.

“Hyukie, kaja pamokja,” Dongahe merangkul Euhyuk setelah membersihan make up dan mengganti baju mereka.

“Nae. Kajaaaaaaa.”

Selama makan sing terlihat sekali Eunhyuk yang uring-uringan. Walau terlihat senang, tapi seperti ada yang dia tutupi.

“Yobseo?” Siwon menerima panggilan telefon.

“Oppa. Kalau kamu bersama dengannya, jangan sebut namaku.”

“Ah, Xio Ji. Waegeureyo?”

“Kamu sedang bersamanya?”

“Nae. Kami sedang makan siang.”

“Ngg, apa dia makan banyak?”

“Tidak seperti biasanya.”

“Sincha yo?”

“Waeyo?”

“Aniya. Dari tadi dia sms aku. Tapi aku tidak membalas satu pun smsnya. Dia bilang dia lagi kangen masakanku. Terus dia bercerita tentang kegiatannya setelah ini. Juga tentang ulang tahunnya yang besok juga akan penuh dengan jadwal kerja. Tapi aku tidak membalasnya. Hanbondo aniya.”

“Kamu tidak seharusnya begitu.”

“Arayo, Oppa. Keundae, setiap membacanya semakin aku tidak kuat untuk menahan diri. Aku ingin memberitahunya kalau aku ada di sini. Aku ingin bertemu dengannya. Secepatnya. Aku tidak membaca lagi sms-smsnya.”

“Anio. Kamu tidak boleh seperti itu. Bagaimana dengan rencanamu?”

“Karena ituah aku tidak membalas smsnya. Oppa, tolong hibur dia kalau dia sedang dalam keadaan tidak baik. Aku berharap waktu cepat berlalu.”

“Nae. Arayo.”

“Chongmal Kamsahaguyo, Oppa.”

Siwon menyudahi pembicaraannya dengan “Xio Ji”. Melihat Eunhyuk yang biasanya bisa makan 8 porsi sekali makan, kali ini porsi makannya sama dengan dirinya.

“Hyeong. Waeyo?”

“Anio. Kwenchana. Henry-yah, tolong tuangkan aku minum,” pintanya kepada si maknae.

“Eunhyukkie, besok ulang tahun mu, kamu mau kado apa?” Tanya Sungmin.

“Hyeong, kamu mau membelikan apapun keinginanku?”

“Anything. Haeba.”

“Nggg, kalau gitu, aku ingin kamu, Donghae.”

“I’m yours, Eunhyukkie. Hahahahaha.”

Gelak tawa membahana di meja makan mereka. Kegilaan mereka berlanjut. 2 sahabat itu akan membuat seluruh ELF berteriak-teriak.

Aeryeong POV

Ahirnya selesai juga ngedekor kamau Eunhyuk Oppa. Berkat Siwon Oppa aku punya kunci kamar Eunhyuk Oppa. Hem? Sudah jam berapa sekarang? Astaga, sudah jam 10 rupanya. Ternyata focus sama kerjaan gini bikin gak sadar waktu. Dan pantas aku lapar.

“Aeryeong-ssi. Naya. Donghae,” kata Donghae Oppa menelefonku yang duduk di kasur Eunhyuk Oppa yang bersih dan kinclong. Cowok yang satu itu emang suka banget bersih. Jadi kamarnya pasti akan selalu dalam keadaan bersih tanpa debu.

“Ah, Oppa.”

“Oddiesoyo?”

“Nggg.”

“Kwenchana, Siwon sudah memberitahuku. Kami semua tahu. Kecuali Eunhyuk.”

“Sepertinya ada yang menyebut namaku,” aku mendengar suara Eunhyuk Oppa dari sebrang sana.

“Ya! Kamu terlalu ge-er, hyukie. Hahaha,” balas Donghae.

“Aku mendukung rencanamu. Semoga berhasil ya. Oh iya, kami masih di jalan. Mungkin sekitar 1 jam lagi kami baru sampai,” kata Donghae.

“1 jam lagi? Masih lama ya.”

“Hahaha. Sabar ya. Sampai nanti.”

“Nae. Kamshahamnida, Oppa.”

1 jam lagi? Masih lama ya.

Aku merebahkan badanku di kasur. Lelah sekali rasanya. Tapi aku harap dia akan suka dengan kejutan yang aku berikan. Dan perlahan mataku tertutup. Istirahat sebentar. Aku harus terlihat fresh saat bertemu denganya nanti.

Author POV

“Kamu kenapa, Hyeong?” Tanya Ryeowook.

“Kenapa handphonenya tidak diangkat?”

“Nuguseyo?”

“Aeryeong. Di Korea sudah pergantian hari. Apa dia sudah tidur secepat ini? Haaah, padahal aku berharap dia memberikan ucapan selamat ulang tahunku.”

“Hahaha. Ya! Mungkin dia sudah punya pengganti kamu. Hahaha,” ledek Zhoumi.

“Ya! Aish! Mana ada pria yang lebih baik dari aku?”

“Hahaha. Hyeong, kamu memang yang terbaik,” kata Henry membuat hyeongnya yang sati itu senang.

Eunhyuk terus mencoba untuk menelefon Aereyong. Sampai dia menyerah sendiri.

Mereka berdelapan sampai di hotel. Rasanya mereka lelah sekali untuk langsung merayakan ulang tahun Eunhyuk yang hanya menunggu hitungan menit. Ya, perjalanan mereka lebih lama karena mereka makan terlebih dahulu.

Sambil jalan menulusuri lorong hotel, Siwon menghubungi Aeryeong. Takut dia benar-benar tertidur karena terlalu lama menunggu Eunhyuk pulang.

“Ya. Kamu tadi tertidur?”

“Mianhae, Oppa. Aku tertidur tadi. Di sini nyaman sekali. Kalian ada dimana?”

“Kami sudah sampai. Sebentar lagi dia akan masuk kamar. Bersiaplah.”

“Ah, nae. Persiapanku sudah selesai beberapa waktu lalu.”

“Aeryeong-ssi, dia menanti ucapan pertama darimu.”

“Sincha?”

Eunhyuk yang jalan di depan merasa tadi Siwon yang sedang menelefon menyebut nama Aeryeong. Banyak pertanyaan yang berputar di otaknya.

Kenapa Aeryeong tidak mengangkat teleponku? Apa aku sudah berbuat salah padanya? Apa ada perkataanku yang menyakitinya hari ini? Siwon-ah, apa yang sudah kamu sembunyikan dariku? Dia pasti sudah bercerita sesuatu pada Siwon. Kalau tidak, Siwon tidak mungkin menelefonnya larut malam begini.

Dengan fikiran yang berkecamuk, Eunhyuk membuka pintu hotelnya. Tubuhnya yang sudah lelah bertambah lelah dengan munculnya fikiran-fikiran buruh tentang Aeryeong. Dia ingin segera istirahat dan menghubungi Aeryeong besok pagi.

Tapi saat dia menyalakan lampu, dan daaaaaar! Ledakan petasan kertas membuatnya melompat kebelakang. Wajahnya terlihat kaget dan kemudian mengembangkan senyum melihat seorang gadis dengan kue yang di susun di atas piring dengan angka 25 diantara kue-kue itu. Di sana juga ada tulisan dengan coklat rasa stroberry, SAENGIL CHUKHA HAMNIDA LEE HYUKJAE OPPA.

“Saengil chukha hamnida. Saengil chukha hamnida. Saranghaneun Eunhyuk Oppa. Saengil chukha hamnida.”

“Aeryeong-ah. Sejak kamu ada di sini?”

“Sejak tadi siang.”

“Kenapa kamu tidak memberitahuku?”

“Kalau aku memberitahu kamu, tidak akan jadi surprise. Tiup lilinnya. Palli palli,” kata Aeryeong semangat.

Eunhyuk meniup lilin dan mengambil satu potong kue yang ada di tumpukan atas.

“Enak sekali. Kamu yang membuat ini?”

“Tentu saja. Kamu suka?”

“Suka. Gomawo,” Eunhyuk mengusap kepala Aeryeong lembut. “Yaaaaa, kamu yang mendekor kamarku?”

“Nae. Oppa, ini hadiah dariku,” aeryeong menyerahkan satu kotak besar kepada Eunhyuk yang duduk di kasur.

“Ige mwoya?”

“Bukalah.”

Sebuah sepatu sneakers berwarna biru tua menjadi hadiah ulang tahun Eunhyuk yang ke 25 tahun. Dia memandang kembali yeojachingunya yang berdiri di depannya.

“Gomawo.”

“Cheonmaneyo.”

“Ah, nae, kamu mendekor kamarku, tapi bagaimana kamu mendapatkan kunci kamarku?”

“Engg, ano, itu. Aku meminta bantuan Siwon Oppa.”

“Jadi dia tahu kedatanganmu?”

“Nae, Oppa. Aku memberitahu rencanaku dan dia memberikan kunci kamarmu,” kata Aeryeong dengan wajah bersalah.

“Pantas saja. Dia menghubungimu kan barusan.”

“Ye.”

“Dan kalian terus berhubungan seharian ini?”

“Ye.”

“Tapi kenapa kamu tidak membalas smsku lagi? Kenapa kamu tidak mengangkat telefon ku tadi?”

“Mianhaeyo. Aku merasa sedih sekali membaca smsmu. Rasanya aku tidak tahan untuk segera bertemu denganmu. Makanya aku tidak membalasnya lagi. Aku tidak mau rencanaku gagal dan malah menemuimu di lokasi syuting. Dan tadi aku sempat tertidur. Makanya aku tidak mengangkat telefonmu, Oppa. Mianhaeyo.”

“Rencanamu itu membuatku berfikir yang tidak-tidak tentang dirimu. Mianhae. Aku fikir kamu sudah tidak suka padaku dan pindah kelain hati. Siwon telah menarik perhatianmu.”

“Ya! Manamungkin aku begitu!”

“Mian aku tidak percaya padaku. Ah, makasih ya kejutannya.”

“Besok kamu sibuk?”

“Ya. Besok aku masih harus promosi album kedua Super junior-M. waeyo?”

“Anio. Aku di sini hanya 3 hari. Setelah itu aku harus pulang ke Seoul. Kalau kamu ada waktu luang, aku ingin jalan-jalan bersamamu.”

“Mmm, gimana kalau besok kamu ikut aku ke lokasi? Kamu akan bosan kalau hanya di hotel.”

“Boleh?”

“Tentu saja. Dan ehem, kamu bermalam di sini.”

“Ya! Oppa! Kamu berfikiran yang tidak-tidak,” kata Aeryeong dengan wajahnya yang memerah karena malu.

“Hahahaha. Aku bercanda. Aku antar kamu ke kamarmu.”

Eunhyuk mengantar yeojachingunya ke kamar hotel yang ada di lantai yang sama dengan dirinya. Aeryeong membuka kunci pintu kamarnya. Menatap Eunhyuk yang masih berdiri di sampingnya.

“Kembalilah. Kamu harus istiarahat.”

“Have a nice dream,” kata Eunhyuk mengecup kilat pipi Aeryeong dan mendorongnya masuk kamar. Setelah itu dia kembali ke kamarnya dan beristirahat. Pekerjaannya besok masih menanti dan dia harus tetap tampil prima.

posted by: ping

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

fyi

we need four new admin for our wordpress now.. and the requirements is:
- can use wordpress and english language,
- not admin from another account,
- can share the new info, video, or picture from kpop,
- love kpop so much,
- can share the info every day.
simple requirements, if you interesting you can email us to yourkoreanbias@gmail.com
we waiting for you chingu.. kamsahamnida^^

Follow Us On Twitter

%d bloggers like this: