your korean bias

Posts Tagged ‘Kangin

Kangin shares photos and his thoughts while in service !

Through Korea’s army magazine, “Army Zine“, Super Junior’s Kangin revealed special photos from his days in service and shared some of the thoughts that have been running through his mind since he last updated fans of his whereabouts.

Asked to describe his feelings after entering the army, he stated, “I’m reflecting a lot on the fact that I wounded and disappointed my family and all of those who loved me before I enlisted… I go to sleep every night wondering, ‘Will I ever be loved again?”

He continued, “I’ve lost a lot of weight since then and have regained my health. My thoughts towards our nation has changed a lot as well. I feel that the citizens of our nation are able to be at ease and trust our nation because us soldiers must always work hard and never once lose focus amidst hardships.”

When asked about what he hoped to learn through his service, he revealed, “I hope to become a person that puts others before me. Someone that isn’t selfish and doesn’t think wrongful thoughts. It’s only been six months since I’ve entered, but if I were to discharge with the determination I have now, I’m sure that I’ll be able to show how much I’ve changed.”

To conclude, Kangin left a message for his fans by writing, “Our fans! I really miss you all so much. I will be standing before you all as someone who is both healthy and confident inside and out, so that I won’t be embarrassed (of myself) when I greet you. I hope that you will wait for me, and I hope that everything you pursue will come true. Please wait for me until my discharge.”

Oppa we will always love you, yesterday, now, and tomorrow. Are you agree with me?

by: woon
source: TV Report via Nate

Tags:

http://bb123456.files.wordpress.com/2007/08/kangin-main.jpg

Recently, Super Junior’s Kangin taking a break from compulsory military.

Kangin went into compulsory military in June last. It was reported on March 7, he finally took a short recess. This is a natural thing for him to relax and meet friends in Seoul and also spent time with his friends.

Previously, Kangin has made ​​Netizen excited when Heechul revealed a photo taken with him in October when he breaks it. In the photo looks Kangin face a more slender. A more slender appearance made ​​him popular and the fans commented, “He is looking after a diet”

Ok i just can say.. I want to see that picture TT.TT

by: woon
source: Newsen

hari ini cuacanya sangat dingin, maklum saja sekarang sedang musim dingin, ditambah lagi sekarang aku sedang berada disebuah taman ~tempat aku melarikan diri dari eoma. dan disini yang bisa menghangatkanku hanya hoodie ini saja. aku merapatkan hoodieku untuk mengusir rasa dingin yang menerpaku, mungkin kalau sekarang aku berkaca aku bisa melihat kalau hidungku sudah memerah akibat kedinginan. memang, seharusnya aku berada dirumah dan menghangatkan diri di depan tungku perapian sambil menikmati coklat hangat. sebuah kemewahan yang tidak mungkin kudapati disini. hhh~ andai saja eoma tidak marah-marah pagi ini.

“annyeong.” sapa seseorang dari sebelahku. aku menengok dan mendapati seorang pria tinggi berdiri disebelahku sambil tersenyum padaku. dia memakai jaket yang kelihatan lebih hangat dibanding hoodieku, kepalanya tertutup oleh kupluk berwarna hitam yang senada dengan jaketnya, tangannya terlihat tersembunyi di dalam saku jaketnya. “boleh aku duduk disini?” tanyanya sambil menunjuk bangku sebelahku.

“ne..” jawabku singkat sambil bergeser agar menyisakan tempat yang lumayan besar untuknya agar bisa duduk.

“apa yang kau lakukan diluar sini?” tanya pria itu. aku meliriknya sekilas, dia cukup cerewet untuk tipe orang yang tidak ku kenal sama sekali. selain itu sebenarnya aku benar-benar sedang tidak mau diganggu, oleh karena itu aku hanya menjawab singkat.

aku menghela napas dan melihat ada uap yang keluar dari mulutku, lalu aku menjawab pertanyaannya, “mencari udara segar.” jawabku ringan.

“yah udara disini memang cukup segar, mengingat sekarang mungkin temperaturnya hampir mencapai minus 10 derajat.” aku bisa merasakan kalau dia sedang menyindirku. aku mengharapkan sebuah tungku perapian dan coklat panas, malah seorang pria cerewet yang kudapatkan, terima kasih atas nikmatMu ini Tuhan. “choneun Henry nimida.” pria itu tiba-tiba mengangkat tangannya dan mengulurkannya padaku.

aku tertawa, “bukankah ini terlalu cepat untuk berkenalan?” tanyaku.

“sepertinya iya.” ia menurunkan tangannya lalu berdiri, “kalau kau tidak mau berkenalan denganku, mungkin lain kali kita bisa berkenalan. annyeong.” ia melemparkan senyum padaku lalu pergi begitu saja.

sementara aku hanya bisa mendengus sambil menatap punggungnya yang semakin menjauh. “yakin banget kalo kita bisa ketemu lagi.” bisikku pelan, lebih pada diri sendiri.

***

“kemana saja kau?” cecar eoma saat aku baru saja pulang. aku baru saja memutuskan pulang saat hujan salju mulai turun. dengan cuek aku menatap eoma yang terlihat sangat marah, matanya terbuka sangat lebar, sepertinya bola matanya bisa saja terlempar keluar sewaktu-waktu.

“eoma berhentilah memarahi Hyurin.” seru Kangin oppa yang baru saja turun dari lantai 2.

“dia salah, kau tidak usah repot-repot membelanya.” eoma masih menatapku galak, dan aku masih terlihat cuek dibawah tatapannya itu.

eoma yang sekarang sedang bersamaku di Korea adalah eoma tiriku. eoma kandungku sudah meninggal, dan appa menikah dengan wanita berkebangsaan Korea, dan karena alasan itu juga aku dan appa pindah dari Indonesia ke Korea, nama Hyurin adalah nama hangulku. dan Kangin oppa adalah anak dari eoma tiriku, ya dia memang oppa tiriku. pada awalnya Kangin oppa tidak menyukaiku saat eoma dan appa belum menikah, tapi setelah mereka menikah aku melihat perubahan yang berarti pada diri Kangin oppa, pelan-pelan dia mulai berubah menyayangiku seperti menyayangi adik kandungnya sendiri. tapi seiring perubahan yang terjadi pada Kangin oppa, eoma juga mulai berubah. pada awalnya eoma menyayangiku, tapi setelah menikah dengan appa, eoma terlihat sangat membenciku bahkan terkadang suka menyiksaku.

aku menghela napas, “aku memang selalu salah kan dimata eoma.” kataku pelan, lalu memutuskan untuk pergi ke kamarku yang berada di lantai 2 tanpa melihat ke arah eoma lagi. saat aku sedang menaiki tangga tiba-tiba saja aku merasakan hentakan yang sangat keras di bagian kepala belakangku, dan rasa mual pelan-pelan menyergapku. aku mempercepat langkah menuju kamar agar aku bisa beristirahat dan mengusir rasa sakit itu.

sesaat kemudian aku mendengar Kangin oppa berdebat dengan eoma. “eoma berhentilah memarahi Hyurin. dulu kau menyayanginya bahkan sampai menyuruhku untuk menyayanginya juga, tapi kenapa sekarang kau berubah?” bentak Kangin oppa. sebenarnya aku tidak suka mendengar ini. kangin oppa adalah anak kesayangan eoam, selain karena Kangin oppa adalah anak kandung satu-satunya, Kangin oppa juga anak yang berprestasi.

“bisa tidak kau berhenti membelanya! biarkan saja eoma memarahinya, eoma tidak suka dengannya” eoma membentak Kangin oppa. ada sedikit perasaan sakit dihatiku mendengar eoma berkata seperti itu. tapi aku termasuk anak yang kuat jadi aku hanya menghela napas dan sama sekali tidak berniat untuk menangis. dan sekali lagi hentakan itu datang, aku memijit kepala belakangku untuk meringankan sakitnya. karena tidak kuat menahan sakitnya, aku memutuskan untuk pergi tidur, berharap setelah bangun sakitnya akan benar-benar hilang.

***

“kau mau kemana?” tanya appa saat melihatku keluar dari kamar dengan jeans dan jaket.

“jalan-jalan sebentar appa.” jawabku ringan, aku mengambil sebuah roti yang hendak dimakan Kangin oppa lalu bergegas pergi sebelum ia sempat mengeluarkan protes.

aku kembali ke taman tempat aku bertemu dengan Henry oppa, dan taman tempat aku melarikan diri jika bermasalah dengan eoma. aku kembali duduk di tempat biasa, dan kali ini tidak merasa kedinginan berkat berlapis-lapis baju yang kupakai ditambah jaket.

“lihat kan, kita bertemu lagi disini.” tiba-tiba aku mendengar suara Henry oppa, walaupun kami baru bertemu kemarin tapi entah kenapa aku bisa mengenal suaranya.

“yah.. aku tau.. tebakanmu sepertinya benar, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku, dan beruntunglah dia, hari ini suasana hatiku tidak seburuk kemarin jadi aku bisa menanggapi perkataannya.

“tidak melakukan apa-apa.. hanya mencari udara segar.” dia seperti ingin menggodaku dengan cara mengembalikan kata-kataku kemarin.

aku tertawa pelan. “mencari udara segar..” kalimatku terputus oleh kata-kata Henry oppa.

“..mengingat sekarang mungkin temperaturnya hampir mencapai minus 10 derajat.” lanjut Henry oppa.

aku kembali tertawa, “sepertinya kita bisa menjadi teman yang baik. choneun Hyurin nimida.” aku mengangkat tangan dan mengulurkan pada Henry oppa.

ia menjabat tanganku dengan ramah, “dan apa aku harus memperkenalkan diri lagi?” tanya Henry oppa sambil tersenyum manis padaku.

“anya oppa..” kataku singkat. setelah berkenalan, aku dan Henry oppa mengobrol banyak, dan kami semakin dekat. aku bisa melihat Henry oppa adalah orang ramah yang senang bercanda, ia juga selalu tersenyum, membuat wajah tampannya terlihat semakin tampan dan manis.

***

setelah mengobrol lama dengan Henry oppa kami memutuskan untu pulang, dan Henry oppa mengantarku pulang dengan motornya, walaupun aku sudah bilang tidak usah karena rumahku dekat, tapi ia tetap memaksa dan pada akhirnya aku mengalah dan membiarkannya mengantarku pulang.

siang itusuasana rumah terlalu tentram bagiku, mungkin karena aku sudah sering mendengar omelan eoma aku jadi sedikit aneh kalau tidak mendengar omelannya. aku menemukan eoma sedang menonton tv sambil memakan camilan, pelan-pelan aku duduk di sebelahnya. “eoma..” kataku pelan.

“hmm..” jawab eoma lembut, hal yang sungguh tidak biasa. apa eoma salah minum obat pagi ini? tanyaku dalam hati.

aku menelan ludah dan kembali bicara, “Kangin oppa dimana?” tanyaku lagi.

eoma melirikku, dan aku memberanikan diri menatapnya. “kau ini adiknya tapi tidak tau apa yang sedang oppamu lakukan?” tanya eoma dengan nada menuduh sekaligus galak.

“mian eoma.” akhirnya aku menunduk karena ketakutan.

“eoma sedang menjalani training di SM Entertainment dan trainingnya mulai hari ini, kau sudah tau jawabannya kan, sekarang pergilah jangan menggangguku.” kata eoma galak dengan tatapan seperti singa yang akan melahap mangsanya. aku menurut lalu pergi ke kamarku, dengan sakit kepala yang kembali datang walaupun tidak separah kemarin.

***

keesokan harinya saat selesai mandi dan berpakaian sekolah dan memakai jaket aku berlari ke ruang makan, berharap menemukan Kangin oppa sedang sarapan disana. alih-alih aku malah menemukan Henry oppa sedang sarapan bersama eoma dan appa, dan sepertinya eoma sangat menyukai Henry oppa, terlihat dari gelak tawanya saat mendengar lelucon-lelucon bodoh Henry oppa. aku berjalan pelan menuju meja makan.

“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku bingung pada Henry oppa. Henry oppa menatapku sambil tersenyum, sneyum yang kusukai.

“kau duduklah dulu, dan makan sarapanmu, baru kau menanyakan hal itu padanya saat kalian dalam perjalanan menuju sekolah, kau sudah hampir telat.” appa menunjuk jam tangannya, dan saat aku melihat jam dinding aku tau kalau appa benar, aku memang harus buru-buru.

“aku langsung berangkat saja, tidak ada waktu buat sarapan.” aku langsung berlari keluar rumah, dan aku mendengar Henry oppa pamit pada kedua orangtuaku.

“Biar aku mengantarmu.” Henry oppa menarik tanganku dan menyuruhku naik ke motornya, aku menurut karena kupikir naik motor akan lebih efektif dalam mempersingkat waktu. dan saat aku sudah naik ke motor, aku mengeluarkan handphone dari saku bajuku lalu mengirim sms pada Kangin oppa.

oppa kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau harus trainee di SM?

itulah isi pesan singkatku pada Kangin oppa. cukup lama aku menunggu balasannya tapi ia tidak juga membalas smsku. aku menghela napas panjang, dan sepertinya Henry oppa menyadari helaan napasku, karena ia langsung bertanya.

“wae?” tanyanya lembut.

“anyo oppa..” kataku pelan. aku menunggu balasan smsnya beberapa saat, tapi ia tidak membalas smsku, akhirnya aku memasukkan kembali handphone ku ke saku bajuku.

***

sepulang sekolah aku kembali ke taman, aku membuka tasku dan mengambil novel yang sedari tadi memang kubawa. kira-kira sepuluh halaman sudah kubaca saat aku tiba-tiba merasa sakit kepala lagi, rasanya memang tidak sesakit saat pertama aku merasakannya, tapi sakitnya cukup membuatku mual dan ingin muntah.

“kau baik-baik saja?” tanya sebuah suara dari depanku.

“ne oppa.. aku baik-baik saja.” aku mendongak dan mendapati Henry oppa berdiri di depanku dengan tatapan khawatir. “wae?” tanyaku bingung, aku berusaha menepis rasa sakit dan mualnya.

“harusnya aku yang bertanya begitu, aku tadi menjemputmu tapi setelah lama aku menunggumu di sekolahmu dan kau tidak muncul-muncul, akhirnya aku memutuskan untuk pergi kesini.” Henry oppa menjelaskan setiap detailnya padaku. dan aku mengangguk lemah tanpa berniat menimpali ucapannya karena aku masih sibuk menepis rasa sakitnya. “kau mau pergi ke kedai minuman? aku kedinginan dan membutuhkan tempat yang lebih hangat daripada diluar sini.” lanjut Henry oppa. dan kembali aku hanya bisa mengangguk lemah.

di kedai minuman, Henry oppa memesankan dua coklat hangat untukku dan untuknya. selama menunggu pesanan kami datang, kami tidak mengobrol sama sekali, alasannya cukup jelas, yaitu karena aku masih merasakan sakitnya dan sekarang Henry oppa sedang membaca novelku yang sepertinya disukainya.

setelah minuman kami datang, Henry oppa langsung mengembalikan novelku dan aku menaruhnya ke dalam tasku. aku menatap coklat hangatku tanpa mengambilnya dan meminumnya, aku memikirkan Kangin oppa, sejak aku mengirim sms padanya, ia sama sekali tidak membalasnya sampai sekarang. tiba-tiba aku mendengar Henry oppa berdehem, lamunanku buyar dan aku tersentak kaget “kau memesan coklat hangat tapi malah membiarkannya sampai dingin.” entah itu teguran atau sindiran tapi aku hanya bisa menanggapinya dengan senyuman. “ada apa denganmu?” lanjutnya.

“tidak apa-apa.” aku menatap Henry oppa, pelan-pelan rasa sukaku padanya semakin besar, rasa suka yang bukan hanya suka pada senyumnya, tapi rasa suka yang lebih.

“kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Henry oppa dengan muka bingung yang lucu, aku menggeleng lalu meminum coklat panasku, aku mengernyit, coklat ini benar-benar sudah dingin.

“walaupun kita baru kenal, tapi cerita saja semua masalahmu padaku, siapa tahu aku bisa membantumu.” ada tatapan peduli di mata Henry oppa.

aku kembali meminum coklat dinginku lalu melempar senyum padanya. “tidak apa-apa oppa aku serius..” seruku sambil menghiburnya.

***

mian Hyurin, tadinya setelah sarapan aku mau bilang padamu, tapi kau malah tidak ikut sarapan dan entah pergi kemana. aku mungkin akan sulit dihubungi selama disini, tapi aku akan berusaha untuk tetap mengirim sms padamu.

itulah isi sms dari Kangin oppa yang baru dibalasnya saat aku baru bangun keesokan paginya. ada perasaan kesal dan marah yang tiba-tiba mengalir di dalam dadaku. walaupun Kangin oppa bukan oppa kandungku tapi aku sangat menyayanginya seperti oppaku sendiri. aku melempar handphoneku keatas bantal. memijit kepala belakangku yang kembali terasa sakit. aku mengingat-ingat berapa lama aku merasakan sakit ini. sudah 3 bulan aku tinggal di korea dan dua bulan sudah aku merasakan sakit ini.

dua bulan waktu yang cukup lama, tapi aku tidak menyadarinya, bahkan aku tetap tidak mengetahui kenapa penyakit ini selalu datang. tiba-tiba rasa sakit itu semakin parah, rasanya kepalaku mau pecah. aku duduk sambil memijit kepala belakangku dan menahan sakit. setelah sakitnya agak hilang, pelan-pelan aku turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahku dengan air dingin.

tapi ternyata air itu tidak berpengaruh apa-apa pada rasa sakit ini, aku lalu memutuskan untuk menyalakan shower dan membasuh seluruh kepalaku. alih-alih yang kurasakan malah rasa sakit yang bertambah parah. pandanganku mulai buram dan gelap, rasa sakit itu berdetam-detam di dalam kepalaku, dan sesaat setelah itu aku sudah tidak menyadari apa-apa lagi, semuanya gelap, aku pun tidak merasakan air yang ditumpahkan shower ku.

 

***

aku mendengar eoma menangis di sisiku, lalu aku mendengar appa berkata, “tidak ada gunanya kau menangis sekarang!! semua sudah terlambat, kalau ku tahu kau tidak pernah mengurusnya dan malah menyiksanya, aku tidak akan pernah menikah denganmu!!” bentak appa pada eoma, kemarahan appa seperti tidak terbendung lagi, aku bisa merasakan ia benar-benar marah pada eoma.

aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mata tapi rasa sakitnya menahannya, rasa itu seperti menyihir seluruh tubuhku sehingga aku tidak bisa melakukan apapun. Tuhan apa yang terjadi padaku kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali? erangku dalam hati.

beberapa saat kemudian aku mendengar suara dari orang yang sangat kurindukan, suara Kangin oppa. “eoma, appa, sekarang bukan saatnya untuk bertengkar, kita harusnya berdoa agar Hyurin cepat sadar dan bisa melewati masa kritisnya.” kata-kata Kangin oppa membuatku tersentak.

masa kritis? memangnya aku kenapa? jamkanman.. apa yang kulakukan sebelum semua ini terjadi? aku ke kamar mandi lalu membasuh kepalaku dan.. aku berkata dalam hati berusaha mengingat semuanya tapi kepalaku sakit lagi, tiba-tiba aku tersadar inilah penyebab penyakitnya, semakin aku berusaha membuat otakku bekerja keras atau setiap aku berada dibawah tekanan, rasa sakit ini pasti datang dan semakin aku terus berusaha atau terus tertekan rasa sakit itu akan semakin parah.

ditengah-tengah suara tangisan eoma aku mendengar ointu berderit, lalu aku mendengar seseorang melangkah masuk. “siapa kau?” tanya Kangin oppa, nada suaranya agak tidak ramah.

“Kangin, dia Henry, teman baik Hyurin.” aku mendengar appa menjawab pertanyaan Kangin oppa.

“mianhae, aku tidak tau.” kata Kangin oppa yang sepertinya ditujukan pada Henry oppa, karena setelah itu aku mendengar Henry oppa menimpali kata-kata Kangin oppa.

“tidak apa-apa hyung, mianhae aku baru bisa menjenguk Hyurin sekarang.” aku mendengar suara Henry oppa tepat disebelah kiriku.

rasanya aku ingin membuka matalalu memeluk Kangin oppa dan mengatakan kalau aku merindukannya. aku juga ingin memeluk eoma dan berkata aku tidak ingin melihatnya menangis, tapi aku tau itu semua tidak mungkin kulakukan dengan keadaanku yang seperti ini.

“dia belum sadar juga paman?” tanya Henry oppa pada appa.

“eung.. sudah seminggu dia belum sadar.” jawab appa, aku mendengar ada nada sedih dalam nada suaranya. dan aku merasakan seseorang menyentuh tangan kiriku.

jamkanman.. tadi appa bilang apa? seminggu aku belum sadar? ya ampun sebenarnya ada apa denganku? erangku dalam hati.

“mian kalau aku boleh tau, Hyurin kenapa? kenapa dia bisa koma?” aku mendengar Henry oppa bicara lagi, Henry oppa seperti mendengar suara hatiku yang juga mempertanyakan soal keadaanku sekarang.

aku mendengar seseorang menghela napas, “dia kena kanker otak. stadium 4.” itu suara Kangin oppa, aku merasa eoma memelukku erat sambil menangis, tangisannya lebih kencang.

“kanker??” Henry oppa terdengar terkejut, “tapi bagaimana bisa? dia terlihat baik-baik saja sebelumnya?”

“ini salahku.. salahku yang selalu membuatnya tertekan. mian Hyurin.” eoma mengerang diatas tubuhku yang sama sekali tidak bisa kugerakkan.

“eoma sudah.” appa menenangkan eoma.

aku merasa seseorang yang sedaritadi memegang tangan kiriku, kini mengangkat tangan kiriku, “aku mohon sadarlah, dan sembuhlah.. paman memangnya dia tidak bisa di operasi?” itu suara Henry oppa, ternyata dia yang sedari tadi memegang tangan kiriku.

“andwae.. tubuhnya terlalu lemah, team dikter takut operasi hanya akan membuat tubuhnya semakin memburuk.” jawab appa sedih.

kini tubuhku benar-benar membeku, bukan karena kanker ini yang menahannya, tapi juga karena kengerian akibat penjelasan dari appa dan Kangin oppa mengenai kanker, operasi, dan segala macamnya. kenapa aku tidak menyadarinya, kenapa aku tidak merasakan penyakit ini sejak awal? aku benar-benar bodoh. aku berkata pada diri sendiri, dan kembali hanya bisa ku katakan dalam hati.

aku berusaha bangun, berusaha melawan rasa sakit ini, demi melihat orang-orang yang kusayangi berhenti mengkhawatirkanku, demi membuat eoma berhenti menangis. seperti yang kuduga, rasa sakit itu menyerangku lebih parah, bahkan semakin parah, tapi aku tidak peduli aku hanya ingin sadar dan meyakinkan mereka bahwa aku baik-baik saja, dan tiba-tiba semuanya terasa mustahil dan mengerikan.

aku menatap tubuhku sendiri, eoma menangis diatas tubuhku, Henry oppa keluar kamar perawatanku untuk memanggil dokter, Kangin oppa menangis, dan appa terlihat tenang walaupun aku bisa melihat ia sangat panik. aku juga tidak mengerti apa yang terjadi padaku, kenapa aku bisa melihat tubuhku sendiri. tapi semuanya terlihat semakin jelas saat tiba-tiba dokter masuk, lalu memompa dadaku mengusahakan agar jantungku kembali berdetak, tapi usahanya gagal. ia menggelengkan kepala menandakan aku sudah pergi.

aku melihat eoma memeluk tubuhku dan mendengar tangis eoma semakin kencang, eoma terus-menerus meminta maaf, appa memeluk eoma, Kangin oppa menonjok tembok sambil menangis, sementara Henry oppa. dia berdiri di samping tubuhku yang sudah tidak bergerak, sambil menangis sayup-sayup aku mendengar ia berkata, “sudah lama aku memperhatikanmu, gadis kesepian yang selalu datang ke taman untuk melamun atau melihat-lihat keadaan taman. sudah lama ku ingin berkenalan denganmu, dan sudah lama aku ingin bilang kalau aku sayang padamu. seminggu aku menyiapkan semuanya, cara pernyataan cintaku padamu, apa yang akan kulakukan kalau kau menolak dan apa yang akan kita lakukan kalau kau menerimaku. tapi saat semuanya terasa sempurna, kenapa kau malah meninggalkanku.”

dadaku terasa sesak, aku tau aku sudah mati, tapi entah kenapa rasa sesaknya masih terasa, entah karena aku belum benar-benar meniggal atau karena ucapan Henry oppa. dia bilang dia menyayangiku, dan aku.. sebenarnya aku juga menyayanginya, tapi kenapa semua ini terjadi padaku. semua orang pasti mati, tapi tidak secepat ini, tidak disaat aku ingin bilang pada Henry oppa kalau aku juga meyukainya, kalau aku ingin menjadi kekasihnya. semua ini terasa tidak adil bagiku, tiba-tiba saja semuanya terasa menjauh. tubuhku yang dipeluk eoma, eoma, appa, Kangin oppa, Henry oppa, dan kamar tempat aku dirawat semuanya semakin menjauh, lalu aku sadar kalau aku mulai pergi meninggalkan dunia ini menuju duniaku yang baru.

by: woon


fyi

we need four new admin for our wordpress now.. and the requirements is:
- can use wordpress and english language,
- not admin from another account,
- can share the new info, video, or picture from kpop,
- love kpop so much,
- can share the info every day.
simple requirements, if you interesting you can email us to yourkoreanbias@gmail.com
we waiting for you chingu.. kamsahamnida^^

Follow Us On Twitter